Berita Terbaru Riuh Lebaran, sunyi di balik THR
Jakarta Pusat
Mataram (ANTARA) - Ramadhan selalu menghadirkan ritme khas di berbagai kota dan desa di Indonesia. Pasar tradisional bergelora dengan warna-warni dagangan, toko-toko memperpanjang jam buka, dan obrolan di warung kopi kerap berujung pada satu pertanyaan yang sederhana, namun penting: kapan tunjangan hari raya akan cair.
Di balik suasana religius dan tradisi pulang kampung, tunjangan hari raya atau THR menjadi lebih dari sekadar tambahan penghasilan. Ia menjadi penggerak ekonomi menjelang Idul Fitri, simbol apresiasi atas kerja, sekaligus ukuran keadilan dalam hubungan kerja antara pekerja dan pemberi kerja. - Reposted by : ITMaster.Asia IT Training and Certifications Bandung - Jakarta - Yogya.
Kontak
Antaranews.com
Kunjungi / Hubungi